ANSOR KALBAR MEDIA, Pontianak - Ada empat dimensi yang perlu dmiliki madrasah untuk dapat bertransformasi. Empat dimensi tersebut yakni dimensi kognetif, spiritual, estetika, dan fisik.
Terkhusus dimensi kognetif, harus dimiliki madrasah untuk membangun daya pikir dan meningkatkan pengetahuan siswa madrasah.
Contohnya, ada metodologi belajar Matematika yaitu ‘Gasing’, yang merupakan singkatan dari 'ngga Pusing'.
“Dengan Gasing ini, siswa madrasah tidak lagi dijejali dengan rumus-rumus matematika. Tapi diajari bagaimana melogikakan angka-angka dalam Matematika,” kata Gus Men, Yaqut Cholil Qoumas di hadapan para kepala madrasah saat menjadi narasumber pada Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi) yang digelar di Rembang, Jawa Tengah. Kamis (26/10/2023) seperti dikutip dari laman kemenag.go.id.
Dimensi spiritual menurut Gus Men mutlak dimiliki siswa madrasah sebagai lembaga berbasis keagamaan. Dimensi estetika, anak diharapkan memiliki nilai seni, dan dimensi fisik yang mana siswa madrasah tidak boleh lemah dan tetap harus kuat.
“Ketika anak-anak sudah memiliki kecerdasan, maka nilai-nilai spiritual dan seni harus dimiliki pula oleh siswa. Supaya menjadi lebih indah. Siswa madrasah harus kuat, tidak boleh lemah. Karena itu, anak-anak di madrasah harus dijaga gizinya,” ujar Gus Men.
Selain itu, Gus Men juga mengingatkan agar madrasah harus berani dan melakukan transformasi tidak hanya terpaku pada keilmuan agama saja, namun harus adaptif terhadap teknologi digital.
Terlebih, saat ini madrasah tak lagi menjadi pelengkap, sebab madrasah sudah menjadi destinasi pendidikan. Ada dua amdrasah masuk dalam 5 besar sekolah terbaik di Indonesia. ialah MAN IC Serpong terbaik pertama di Indonesia, dan MAN IC Pekalongan terbaik ke tiga di Indonesia.
"Ini harus capaian yang harus diduplikasi oleh madrasah lainnya, dulu madrasah dianggap sebelah mata, hanya pelengkap. Tapi sekarang madrasah sudah menjadi destinasi pendidikan," kata Gus Men. (*)

Posting Komentar